Apa itu Tokenomics? Sebuah Panduan Ringkas

3 min read
To Share and +4 nLEARNs

Salah satu prinsip inti dari jaringan terdesentralisasi adalah mekanisme tokenomics-nya. Untuk membantu memahami lebih lanjut tentang kondisi tokennya, Learn Near Club membantu merilis ruang bereksperimen untuktokenomics langsung di jaringan testnet NEAR yakni LNC|TokenHub. Namun, sebelum kita masuk ke detail lebih lanjut, mari kita ketahui apa yang dimaksud dengan tokennomics.

Apa itu Tokenomics?

Token pada mulanya merupakan istilah lain untuk “cryptocurrency” atau “cryptoasset.” Namun pada akhir-akhir ini, kami telah menggunakan istilah “token” untuk menjelaskan aset kripto yang diterbitkan di atas jaringan blockchain. Istilah “tokenomics” adalah gabungan dari kata “token” dan “ekonomi,” dan itu adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan seperti yang anda duga yakni ekonomi token.

Saat kita ingin mengukur tokenomics jaringan, kita perlu bertanya pada diri sendiri mengenai pertanyaan-pertanyaan yang ada di bawah ini:

  • Berapa total suplai dari token tersebut dan berapa banyak dari mereka yang memasuki sistem sekaligus?
  • Berapa banyak token yang akan dibuat kedepannya di masa mendatang?
  • Bagaimana mekanisme token akan didistribusikan kepada para pengguna?
  • Apa peran sebenarnya dari token dalam jaringan tersebut?
  • Apakah jaringan memerlukan token untuk berfungsi?

Secara keseluruhan, tujuannya adalah untuk membangun hubungan yang jelas antara platform dan aset.

Elemen yang Didefinisikan Dalam Tokenomics

Tokenomics secara luas dapat dibedakan antara kontrol suplai dan utilitas (kegunaan). Mari kita lihat masing-masing elemen tersebut dibawah ini:

#1 Kontrol Suplai atau Pasokan

Berapa banyak token protokol yang sebenarnya akan beredar luas. Berapa banyak suplai yang akan dikendalikan oleh kontrak dasar? Dalam aspek ini, kita harus memahami beberapa istilah-istilah tertentu.

Premining

Pada dasarnya, berapa banyak token yang sudah beredar di ekosistem pada saat rilis atau peluncuran. Biasanya, token di-mining secara berkala oleh pengguna tertentu yang disebut “penambang” atau “miners”. Namun, protokol tertentu sering kali membuat persentase tertentu dari keseluruhan suplainya yang tersedia selama peluncuran untuk distribusi token dan akses ke likuiditas. Namun, perhatikan bahwa memasukkan token dalam jumlah besar dapat menyebabkan masalah terhadap isu sentralisasi.

Alokasi Token

Bagaimana token dialokasikan ke tim pengembang proyek? Apakah mereka menghitung sejumlah besar token, yang mengarah ke permasalahan sentralisasi? Berapa banyak token yang dialokasikan ke treasury untuk pengembangan protokol di masa depan?

Token Vesting

Sebagian besar proyek menerima dana dari (Venture Capital) VC atau investor lain, yang mendapatkan alokasi token sebagai imbalan atas investasi yang mereka keluarkan. Sayangnya lebih sering terjadi kasus VC cenderung membuang alokasi yang mereka miliki segera untuk mendapatkan keuntungan cepat, yang tentunya akan merusak protokol. Kita dapat mengunci alokasi token tertentu untuk jangka waktu tertentu dengan token vesting untuk mencegah penjualan besar-besaran secara langsung.

Token vesting sangat krusial dalam menginspirasi kepercayaan investor lain karena ini dapat memberitahu pada mereka bahwa tim dan investor serius dengan proyek tersebut dan tidak mencari keuntungan yang cepat. Vesting adalah cara mudah untuk menurunkan manipulasi pasar dan menjamin nilai investasi.

Token Burning

Contoh taktik sederhana lain yang digunakan banyak proyek untuk mengontrol suplai yang beredar adalah pembakaran (burning) token. Idenya sederhana, yakni secara berkala menghapus sejumlah token dari peredaran secara permanen. Sebagian besar proyek melakukan ini dengan mengirimkan token ke dompet mati. Proyek seperti Ethereum dan Binance menggunakan token burning untuk mengontrol suplai token asli mereka.

#2 Token Utility

Apa saja macam-macam kegunaan yang dapat dilakukan oleh token milik kita? Mari kita lihat sekilas beberapa peran yang ada:

  • Token dapat digunakan untuk utilitas murni dan pembayaran di dalam atau di luar lingkungan protokol.
  • Token dapat digunakan untuk staking pada protokol dan berpartisipasi dalam tata kelola token.
  • Memegang token protokol dibutuhkan untuk mengakses berbagai aplikasi (DeFi dan NFT) di dalam sistem.

Bermain Dengan Tokenomics

Tool Tokenomics dari Learn Near memungkinkan kita untuk memetakan berbagai komponen token dan bereksperimen dengannya di jaringan testnet.

Komponen-komponen ini diantaranya adalah:

    • Nama Token
    • Peluncuran awal
    • Simbol
    • Treasury atau pembendaharaan
    • Suplai Awal
    • Waktu Mulai Vesting
    • Durasi Vesting
    • Poin Desimal
    • Interval vesting

Bereksperimen dengan nilai yang berbeda ini akan membantu kita memahami kontrol suplai dari tokenomics protokol milik kita. Apakah kamu ingin bereksperimen dengan tool ini? Kunjungi langsung LNC TokenHub!


14
Scroll to Top